Pengertian Ribosom – Setiap tubuh makhluk hidup di muka bumi ini tersusun dari berbagai macam jenis organel sel. Salah satu organel sel yang punya peranan penting pada tubuh makhluk hidup yaitu ribosom.

Definisi ribosom merupakan organel yang berukuran sangat kecil dan berperan sebagai tempat terjadinya proses sintesis protein pada sel. Sintesis RNA juga ikut terlibat dalam proses pembentukan partikel protein ini.

Lalu bagaimana ciri-ciri, struktur, bentuk dan cara kerja dari organel yang satu ini?, simak ulasannya berikut:

Pengertian Ribosom

Gambar Ribosom pada Sel Makhluk Hidup
Sumber: gohighbrow.com

Ribosom adalah struktur biologis yang dapat ditemukan didalam sel eukariotik maupun prokariotik. Peran utama ribosom adalah sebagai tempat pembentukan partikel protein (sintesis protein). Sintesis protein merupakan proses dimana asam amino dihubungkan menjadi rantai polipeptida yang lebih panjang.

Kata ribosom secara harfiah asalnya dari bahasa Yunani yaitu kata ‘Soma’ dan kata ‘ribonucleic acid’.

Selain itu ribosom juga terdiri dari dua subunit yang disebut dengan subunit besar (large subunit) dan subunit kecil (small subunit).

Protein dan asam nukleat bisa kita temukan pada subunit besar dan kecil. Bersama-sama mereka membentuk ruang aktif di mana proses sintesis protein berlangsung. Proses ini disebut dengan translasi. Dimulai dengan sintesis asam amino yang dipimpin oleh RNA (ribonukleat acid).

Kita bisa menemukan organel ribosom di hampir seluruh bagian pada sel. Misalnya saja pada sitoplasma, mitokondria dan juga kloroplas.

Pada jenis sel prokariotik letak ribosom adalah di sitoplasma. Sementara pada jenis sel eukariotik, kita bisa menemukan ribosom di organel RE (Retikulum Endoplasma) serta dinding dari kloroplas.

Proses sintesis protein yang dilakukan oleh ribosom sangat penting bagi sel, karena protein merupakan komponen penting sel.

Protein membentuk struktur dan enzim sel dan memegang peran penting dalam berbagai fungsi seperti:

  1. Pertumbuhan
  2. Reproduksi sel
  3. Perbaikan sel
  4. Respon imun
  5. Transportasi zat
  6. Regulasi metabolisme

Kerusakan pada ribosom dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti anemia serta kondisi kulit yang parah. Penyakit yang dapat disebabkan oleh kerusakan pada ribosom yaitu: sindrom Diamond-Blackfan dan Scleroderma.

Berbagai penelitian tentang ribosom juga penting dalam pengembangan obat-obatan. Hal tersebut karena ribosom merupakan organel potensial dalam pengembangan obat-obatan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit lainnya.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, telah banyak terjadi perkembangan dalam ilmu tentang struktur dan mekanisme kerja ribosom. Penelitian mengenai organel ribosom ini diharapkan akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengembangkan obat-obatan dan terapi terbaik.

Ciri-Ciri Ribosom

Salah satu kemampuan dari ribosom adalah menterjemahkan mrNA dengan asam amino untuk membantu pembentukan protein yang dibawa tRNA pada proses translasi. Berikuti ini ciri-ciri dari ribosom yaitu:

  1. Mempunyai dua subunit yaitu subunit besar dan subunit kecil
  2. Terdapat pada sel eukariot dan sel prokariot
  3. Menghasilkan protein
  4. Organel terkecil yang ada didalam sel
  5. Memiliki struktur kompleks
  6. Terdiri dari Protein dan RNA
  7. Ukurannya berbeda-beda pada setiap jenis sel
  8. Mampu mengikat asam amino sesuai urutan yang ditentukan oleh RNA
  9. Ditemukan pada seluruh sel hidup (hewan, tumbuhan dll)
  10. Terdapat di sitoplasma dan RE kasar
  11. Jumlah RNA Ribosom sebesar 65% sedangkan proteinnya sebesar 35%
  12. Bentuk ribosom seperti butiran kecil dan berdiameter 20-22 nanometer.

Struktur Ribosom

Gambar Struktur Ribosom

Struktur pembentuk ribosom yaitu asam ribonukleat (RNA) dan protein. Didalam masing-masing ribosom ada dua sub unit besar dan kecil berupa RNA dan protein.

Setiap subunit RNA dan protein pada ribosom tersebut saling tumpang tindih dengan subunit besar yang berada diatasnya. Bagian tengah pada kedua subunit terdapat RNA. Sehingga mampu membentuk organel ribosom baru yang menjadikan sel dapat terlihat lebih mirip dengan hamburger yg saling bertumpuk.

Kita bisa menemukan pembuatan ikatan baru pada subunit besar organel ribosom. Ikatan baru yang dibuat tersebut berguna untuk sarana transportasi informasi pada proses sintesis protein yang sedang berlangsung.

Melansir dari Gramedia Blog, setiap struktur dan susunan ribosom pada komposisi jasad sel eukariotik dan prokariotik mempunyai nilai koefisiensinya masing-masing.

Subunit kecil pada jasad sel eukariotik mempunyai nilai koefisien sedimentasi dengan besar 40S unit svedberg. Sementara pada sub unit besarnya mempunyai nilai yang lebih besar yaitu 60S.

Berbeda dengan jasad sel prokariotik, nilai koefisien pada sub kecilnya mempunyai sedimentasi dengan besar 30S. Subunit besarnya memiliki nilai koefisien sedimentasi sebesar 50S. Akan tetapi apabila Kamu menggabungkan kedua koefisien sedimentasi pada jasad sel prokariotik maka Kamu akan mendapatkan nilai keduanya sebesar 70S.

Berdasarkan pengertian ribosom yang telah Kami ulas diatas, penyusun utama ribosom adalah protein dan RNA. Perlu Kamu ketahui bahwa sebagai penyusun Ribosom, RNA terdiri dari ARNr (ARN Ribosom).

Pada saat berlangsungnya proses sintesis protein ribosom ARN lainnya akan ikut terlibat didalamnya. Diantara ARN tersebut yaitu ARNt dan ARNd, kedua ARN tersebut letaknya melekata dengan Ribosom.

Masing-masing ARN mempunyai fungsinya tersendiri. Misalnya saja ARN transfer yang berfungsi sebagai penyedia berbagai jenis asam amino yang diproses menjadi protein. Sementara ARN Duta (ARNd) tugasnya adalah transportasi informasi genetik pada proses sintesis protein.

Umumnya ada sekitar tiga hingga empat molekul rRNA yang menyusun ribosom atau sekitar 40 sampai 80 protein yang berbeda.

Baca Juga: Pengertian Genetika dan Penjelasan Lengkapnya

Bentuk Ribosom

Gambar Bentuk Ribosom

Setelah membahas pengertian, ciri-ciri dan strukturnya sudah saatnya Kamu tahu bagaimana bentuk dari ribosom. Secara umum bentuk dari setiap ribosom yang ada pada berbagai sel makhluk hidup itu berbeda-beda. Perbedaan bentuk dan ukuran ribosom bergantung pada tempat dan lokasinya.

Kita bisa menemukan ribosom pada dua jenis sel yaitu sel eukariotik dan sel prokariotik. Ada perbedaan ukuran dan bentuk pada kedua jenis sel tersebut. Berikut ulasan lengkapnya:

1. Eukariota

Ribosom eukariota merupakan jenis organel ribosom yang terletak pada sel eukariotik. Lokasi dari ribosom ini bisa dimana saja (bebas) namun tetap pada sitoplasma. Biasanya jenis ribosom ini terikat pada RE (Retikulum Endoplasma).

Ukuran panjang dari ribosom eukariota yaitu sekitar 32×32 nanometer dan mempunyai masa sebesar 4.220.000 Dalton.

Nilai gabungan koefisien sedimentasi dari ribosom eukariotik adalah 80S. Sehingga mampu membuat ribosom eukariot mempunyai susunan pembentuk 60 persen protein dan 40% RNA.

Baca Juga: Pengertian Sel dan Jenisnya

2. Prokariota

Ada sedikit perbedaan antara ribosom eukariota dengan prokariota. Dimana Ribosom prokariota merupaka jenis organel sel yang terletak pada bagian sitoplasma.

Koefisien sedimentasi pada subunit ribosom ini sebesar 50S dan 30S. Sedangkan panjangnya sekitar 29×21 nanometer dengan bobot massa sebesar 2.520.000 Dalton.

Fungsi Ribosom

Fungsi ribosom adalah sebagai tempat terjadinya proses pembentukan protein atau biasa dikenal dengan sintesis protein. Namun tahukah Kamu kalau ternyata ada lagi loh fungsi ribosom yang lainnya, apa saja itu? yuk simak ulasannya berikut:

1. Sintesis Protein Melalui Proses Translasi

Peran penting dari ribosom yaitu sebagai tempat sintesis protein melalui proses translasi. Ribosom bertugas untuk mengikat mRNA dan tRNA serta mengatur ikatan peptida antara asam amino yang dibawa oleh tRNA.

2. Pembentukan Ikatan Peptida

Ribosom juga bertugas untuk mengkatalisis pembentukan ikatan peptida antara asam amino yang dibawa oleh tRNA, berdasarkan informasi genetik yang dikodekan dalam mRNA.

3. Pemeliharaan Genetik

Fungsi lain ribosom yaitu memelihara genetik sel dengan cara memastikan bahwa protein yang dibentuk sesuai dengan informasi genetik yang tersedia. Sehingga membantu mengurangi kemungkinan terjadinya kelainan genetik.

4. Pemeliharaan Struktur Sel

Tidak hanya memelihata genetik sel, ribosom juga berperan penting dalam memelihara struktur sel dengan cara memastikan bahwa protein yang dibentuk sesuai dengan fungsinya.

5. Memelihara Metabolisme

Ribosom juga memainkan peran penting dalam pemeliharaan metabolisme sel dengan memastikan bahwa protein yang dibentuknya sudah sesuai dengan fungsinya dalam proses metabolisme sel. Sehingga proses metabolisme sel makhluk hidup dapat berjalan dengan baik.

Cara Kerja Ribosom

Gambar Ilustrasi Cara Kerja Organel Ribosom
Sumber: sitn.hms.harvard.edu

Ribosom merupakan organel yang berfungsi untuk sintesis protein. Proses sintesis protein dimulai dengan pengiriman asam amino oleh rRNA (transfer RNA) ke ribosom.

Setiap tRNA membawa satu asam amino yang sesuai dengan kodon (triplet basa) pada RNA yang kemudian diinterpretasikan (mRNA).

Ribosom membaca mRNA dari ujung 5′ ke ujung 3′ dan menemukan kodon yang sesuai dengan tRNA yang sebelumnya bertugas membawa asam amino.

Setelah kodon dan tRNA dipasangkan dengan benar, rRNA membawa asam amino yang diikatkan pada asam amino lainnya melalui ikatan peptida. Proses ini berlanjut sampai seluruh mRNA terbaca dan protein yang lengkap sudah selesai terbentuk.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Ribosom

Dibawah ini merupakan beberapa pertanyaan dan jawaban singkat seputar ribosom, berikut ulasannya:

Apa Fungsi Ribosom?

Fungsi dari ribosom adalah membantu dalam proses sintesis protein. Protein diperlukan makhluk hidup untuk perbaikan kerusakan sel dan proses kimia lainnya.

Terdiri Dari Apakah Ribosom?

Ribosom terdiri dari subunit kecil dan subunit besar. Subunit kecil ribosom membaca mRNA sedangkan subunit besarnya membentuk rantai polipeptida asam amino.

Bagaimana Cara Kerja Ribosom?

Subunit ribosom bersatu dan bergabung dengan mRNA selama sintesis protein. Kemudian mengikat mRNA dan memulai sintesis protein.

Kesimpulan

Pengertian ribosom adalah organel sel yang mempunyai bentuk padat dan berukuran sangat kecil. Fungsi dari ribosom adalah sebagai tempat proses sintesis protein.

Ukuran ribosom relatif sangat kecil yaitu hanya sebesar 20-22 nanometer. Bentuknya mirip butiran kecil dan punya peran penting dalam menjaga berbagai proses hidup pada makhluk hidup termasuk hewan, tumbuhan dan sebagainya.

Demikian uraian singkat mengenai pengertian ribosom, fungsi, ciri-ciri, struktur, bentuk dan cara kerjanya. Semoga Kamu bisa paham ya dengan apa yang sudah dijelaskan diatas.

Referensi Artikel:

  • https://sitn.hms.harvard.edu/flash/2020/an-introduction-to-ribosomes-natures-busiest-molecular-machines/
  • https://www.genome.gov/genetics-glossary/Ribosome
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Ribosom
  • https://www.gramedia.com/literasi/ribosom/
  • https://byjus.com/biology/ribosomes/
  • https://www.merdeka.com/jateng/fungsi-ribosom-beserta-ciri-ciri-struktur-dan-bentuknya-kln.html
Bagikan:
Dimas Shandy

Dimas Shandy

I love various things related to web development, blogging and SEO. Founder of the website PORTALVIRAL.CO and developer of several websites in the fields of education, technology, and others. I am also an undergraduate student (S1) majoring in informatics engineering (TI) who enjoys writing and sharing my knowledge.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.